Selasa, 27 November 2012

   

BAB 3
MULTI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF
     1.    Pengertian
Multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu multi media linier dan multimedia interaktif. Multi media linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh para pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya: TV dan film. Multi media interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh media interaktif adalah pembelajaran interaktif, aplikasi game, dan lain lain.


     2.      MANFAAT MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Manfaat media pembelajaran , yaitu:
     1.      Memperbesar benda yang sangat kecil yang tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri electron   dan lain lain.
     2.      Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan ke sekolah, seperti gajah, rumah,  gunung dan lain lain.
     3.      Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung cepat atau lambat, seperti       system tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, beredarnya palanet mars, berkembangnya bunga dan lain lain.     
     4.      Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh seperti bulan, bintang, salju, dan lain lain.
     5.      Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau, racun, dan lain lain.
      6.      Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.

     3.      KARAKTERISTIK MEDIA DALAM MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Sebagai salah satu komponen system pembelajaran, pemilihan dan penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen lain, seperti: tujuan, materi, strategi dan juga evaluasi pembelajaran.
Karakteristik multimedia pembelajaran adalah sebagai berikut:
      1.      Memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan visual
     2.      Bersifat interaktif, dalam pengertian memilik pengertian untuk mengakomodasi respon pengguna.
     3.    Bersifat mandiri, dalam pengertian memberiakn kemudahan dan dapat kelengkapan isi sedemikian  rupa sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bimbingan orang lain.

     4.      FORMAT MULTIMEDIA PEMBELAJRAN

Format sajian multimedia pembelajran dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok sebagai berikut:
      a.       Tutorial
      b.      Drill dan practice
      c.       Simulasi
      d.      Percobaan atau eksperimen
      e.       Permainan

      5.      KUALITAS PEMBELAJARAN
Kualitas dapat dimaknai dengan istilah mutu atau juga keefektifan. Secara defenitif efektivitas dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan atau sasarannya (Etzioni, 1964). Efektivitas ini sesungguhnya suatu konsep yang lebih luas mencakup berbagai faktor di dalam maupun di luar diri seseorang. Dengan demikian efektivitas tidak hanya dilihat dari sisi produktivitas, akan tetapi juga dapat pula dilihat dari sisi persepsi atau sikap orangnya. Disamping itu, efektivitas juga dapat dilihat dari bagaimana tingkat kepuasan yang dicapai oleh orang (Robbins, 1977).
UNESCO (1996) menetapkan empat pilar yang harus diperhatikan secara sungguh- sungguh oleh pengelolah dunia pendidikan, yaitu:
              1)      Belajaran untuk menguasai ilmu pengetahuan (learning to know)
              2)      Belajaran untuk menguasai keterampilan (learning to do)
              3)      Belajar untuk hidup bermasyarakat (learning to live together)
              4)      Belajar untuk mengembangkan diri secara maksimal (learning to be)

      6.      DAMPAK MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF
Pertama, berkaitan dengan orientasi filosofi. Ada dua masalah orientasi filosofi yang muncul akibat penerapan teknologi multimedia ini yakni masalah yang berasal dari kaum objektivis dan yang berasal dari pandangan kaum konstruktiv. Kaum objektivis menilai desain multimedia sebagai sesuatu yang sangat riil yang dapat membantu pendidikan siswa menuju kepada tujuan yang diharapkan (Jonassen, 1991). Sebaliknya kaum konstruktivis berpendapat bahwa pengetahuan hendaklah dibentuk oleh siswa sendiri berdasarkan penafsirannya terhadap pengalaman dan gejala hidup yang dialami (Merril, 1991).
Kedua, berhubungan dengan lingkungan belajar. Lingkungan belajar multimedia interaktif dapat dikategorikan dalam tiga jenis yakni lingkungan belajar preskriptif, Demokratis, dan sibernetik (Schwier, 1993). Masing – masing lingkungan belajar memiliki orientasi dan kekhasan sendiri- sendiri.
Ketiga, berhubungan dengan desain instruksional, pada umumnya desain pembelajaran multimedia dibuat berdasarkan besar kecilnya kontrol siswa atas pembelajarannya.
Keempat, berkaitan dengan umpan balik. Sifat dari umpan balik dalam pembelajaran multimedia sangat bervariasi tergantung pada lingkungan di mana multimedia itu di gunakan. Dalam lingkungan belajar preskriptif, umpan balik sering mengambil bentuk koreksi dan deteksi terhadap kesalahan yang dibuat.

     7.      PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN
Perbaikan kualitas pendidikan diarahkan pada peningkatan kualitas proses pembelajran, pengadaan buku paket dan buku bacaan atau buku referensi, serta alat- alat pendidikan/pembelajran. Peningkatan kualitas proses pembelajaran dilakukan melalui in-service training guru yang sasarannya adalah meningkatkan penguasaan landasan kependidikan, materi pembelajaran (subject matter), metode dan strategi mengajar, pembuatan dan penggunaan alat pembelajran, serta evaluasi pembelajran.

 Sumber :
Daryanto. (2010). MEDIA PEMBELAJARAN Peranannya Sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyajarta: GAVA MEDIA.









Minggu, 18 November 2012



BAB 2
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO DAN RADIO UNTUK PEMBELAJARAN

     1.  Pengertian

Banyak jenis ICT yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Ada yang berbasis komputer (baik yang bersifat offline maupun yang bersifat online), ada yang berbasis televisi, ada yang berbasis telepon dan ada yang berbasis audio ataupun radio. Jadi radio merupakan salah satu jenis ICT yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran.
Baik audio maupun radio dua- duanya merupakan media pembelajaran yang berbasis suara atau bunyi. Audio berasal dari kata audible, yang artinya suara yang dapat didengarkan secara wajar oleh telinga manusia. Kemempuan mendengar manusia berada pada daerah frekuensi antara 20 sampai dengan 20.000 Hertz. Diluar itu, manusia tidak mampu lagi mendengarkannya.
Ada beberapa kelebihan media radio antara lain dengan jangkauan yang begitu luas hingga mampu menembus seluruh pelosok tanah air. Begitu dipancarkan, maka dalam waktu yang bersamaan beribu- ribu bahkan berjuta- juta peserta didik dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Tidak seperti televisi, gelombang radio mampu mengatasi hambatan yang berupa gunung, pepohonan maupun tembok bangunan.
CD dan DVD
CD atau Compact disc dan juga DVD atau Digital Compact disc adalah sebuah media penyimpanan file audio yang dibuat untuk merampingkan system penyimpanannya. Selain ramping, keduanya memiliki kemampuan menyimpan file yang lebih banyak dibandingkan dengan kaset. Kualitas suara yang dihasilkan juga lebih bagus.
(MP3)
MP3 merupakan salah satu bentuk (format) penyimpanan file audio digital yang paling popular. Disamping ukuran filenya yang lebih kecil, MP3 juga memberikan kualitas suara yang lebih bagus jika dibandingkan dengan CD audio.
Audio Digital (WAV)
WAV atau Waveform audio format, merupakan salah satu format penyimpanan file audio yang dirancang dan dikembangkan oleh Microsoft atau IBM. Perangkat yang diperlukan untuk memutar WAV salah satunya adalah iPod atau dengan merk zune.

Radio dan audio streaming.
Radio streaming materi pembelajaran yang ditambahkan ke dunia maya (internet). Melalui internet inilah materi pembelajaran di pancarkan keseluruhan belahan dunia. Melalui radio streaming kita dapat mendengar materi siaran secara langsung (live) dengan mengakses via internet. Untuk menangkap materi siaran radio streaming diperlukan peralatan komputer. Selain melalui komputer siaran radio streaming juga dapat diikuti dengan menggunakan Handphone(HP) dan radio satelit.
Disamping radio streaming juga berkembang audio streaming. Audio streaming prinsipnya sama dengan radio streaming. Dalam audio streaming materi pembelajaran di simpan di dunia maya (internet). Alat untuk memutar audio streaming adalah komputer atau handphone atau radio satelit.
Melalui audio streaming, peserta didik dapat memutar file secara langsung dan mendengarkannya tanpa harus mendownloadnya terlebih dahulu.
  2. MODEL PEMANFAATAN MEDIA AUDIO UNTUK PEMBELAJRAN
Ada beberapa pemanfaatan media audio untuk pembelajaran. Salah satunya dengan media cetak (buku/modul),.
1      1. Terintegrasi dengan media cetak (buku/modul)
        2.  Pemanfaatannya terintegrasi dengan cetak (bisa berupa modul/buku atau media cetak lainnya.
     3. Untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal, peserta didik di tuntut harus sabar dan teliti, karena peserta didik harus bolak- balik mematikan audio untuk melihat ke modulnya atau menutup modul kembali memutar dan menyimak audionya.
4     4. Pengintegrasiaanya bisa secara murni (pure), tetapi bisa juga semi integritas.
5     5. Untuk pengintegrasian yang sifatny murni mayoritas materi pembelajaran ada di medua audio.
6   6.  Materi yang ada di media audio (untuk pelajaran bahasa inggris) misalnya cara membawa wacana    (reading), vocabulary, listening, speaking, latihan latihan, umpan balik hasil latihan dan penjelasan tata bahasa (grammar).
S
S   Sumber : Daryanto. (2010). MEDIA PEMBELAJARAN Peranannya  Sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyajarta:  GAVA MEDIA.









 

Sabtu, 20 Oktober 2012







A. Pengertian rumah

1.1 Pengenalan rumah tinggal
            Rumah adalah sesuatu bangunan yang tidak dapat di pisahkan dari kehidupan manusia karena rumah merupakan kebutuhan primer bagi manusia sebagai tempat berlindung manusia dari berbagai gangguan dari luar, salain itu kalau kita lihat dari beberapa pengertian rumah juga berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian, tempat manusia melangsungkan kehidupannya, tempat manusia berumah tangga dan sebagainya.
Rumah tinggal juga terdiri dari beberapa jenis antara lain: Rumah Susun (Flat), Rumah Kota (Town House), Rumah berpekarangan Dalam (Patio House), Maisonet (Maisonette),
 Rumah teras bertingkat (Terrace House)
,  Rumah Gandeng (Row House), Rumah tunggal ( detached houses ), Rumah kopel ( semi detached houses ), Rumah deret ( row houses ), Rumah tipe Maisonettee danApartemen.


A. Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. (UU No. 4 Tahun 1992 Tentang Perumahan dan Permukiman)

B. Rumah merupakan tempat berlindung dari pengaruh luar manusia, seperti iklim, musuh, penyakit, dan sebagainya. Untuk dapat berfungsi secara fisiologis, rumah haruslah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan, seperti listrik, air bersih, jendela, ventilasi, tempat pembuangan kotoran dan lain-lain. (Koesputranto, 1988)

C. Rumah merupakan suatu bangunan, tempat manusia tinggal dan melangsungkan kehidupannya. Di samping itu, rumah juga merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi pada saat seorang individu diperkenalkan kepada norma dan adat kebiasaan yang berlaku di dalam suatu masyarakat. (Sarwono dalam Budihardjo, 1998 : 148)

D. Dalam arti umum, rumah adalah bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Rumah bisa menjadi tempat tinggal manusia maupun hewan, namun tempat tinggal yang khusus bagi hewan biasa disebut sangkar, sarang, atau kandang. Dalam arti khusus, rumah mengacu pada konsep-konsep sosial-kemasyarakatan yang terjalin di dalam bangunan tempat tinggal, seperti keluarga, tempat bertumbuh, makan, tidur, beraktivitas, dan lain-lain. (Wikipedia, 2010)
E. Elemen terpenting dari pembentukan suatu perumahan adalah rumah itu sendiri. Rumah dapat diartikan sebagai  tempat untuk berumah tangga, tempat tinggal/alamat, lokasi tempat tinggal, bagian dari eksistensi individu/keluarga (terkait dengan status, tempat kedudukan, identitas), bagian dari kawasan fungsional kota, investasi (keluarga atau perusahaan), sumber bangkitan pergerakan (trip production), ruang untuk rekreasi, ruang yang digunakan untuk menjalin kehidupan keluarga, serta wadah sebagai batas privasi. (Anonimous, 2008)
F. Pengertian rumah bagi seseorang bisa mengandung dimensi yang luas. Rumah adalah keluarga dengan budaya internal beserta sejarahnya serta lingkungan alam, masyarakat dengan budaya lokal.(Allenda, Leonardiansyah : 1)
G. Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. (Musthofa, Bisri. 2008 : 64)
H. Dalam pengertian yang luas, rumah bukan hanya sebuah bangunan (struktural), melainkan juga tempat kediaman yang memenuhi syarat-syarat kehidupan yang layak, dipandang dari berbagai segi kehidupan masyarakat. Rumah dapat dimengerti sebagai tempat perlindungan, untuk menikmati kehidupan, beristirahat dan bersuka ria bersama keluarga. Di dalam rumah, penghuni memperoleh kesan pertama dari kehidupannya di dalam dunia ini. Rumah harus menjamin kepentingan keluarga, yaitu untuk tumbuh, memberi kemungkinan untuk hidup bergaul dengan tetangganya, dan lebih dari itu, rumah harus memberi ketenangan, kesenangan, kebahagiaan, dan kenyamanan pada segala peristiwa hidupnya. (Frick, 2006 : 1)
I. Rumah adalah bangunan untuk tempat tinggal (Kamus Bahasa Indonesia, 1997). Kebutuhan akan dapat berlindung sebenarnya termasuk kebutuhan yang utama, selanjutnya karena manusia tidak lagi hidup secara berpindah-pindah, maka mereka memerlukan tempat tinggal yang tetap, yang sekarang bisa disebut rumah. (Juhana, 2000 : 31)
 J. Rumah merupakan sarana pengaman bagi diri manusia, pemberi ketentraman hidup, dan sebagai pusat kehidupan berbudaya. Di dalam rumah dan lingkungannya itu, dibentuk dan berkembang menjadi manusia yang berkepribadian. (Juhana, 2000 : 31)



B. Latar Belakang
            Rumah adalah tempat manusia berlindung dari berbagai macam gangguan yang datang dari alam baik itu dari binatang ataupun iklim setempat. Kehidupan manusia pada zaman dahulu cenderung tinggal di bawah pohon sebagai tempat berlindung dari sengatan matahari, Didalam goa dan di balik batu. Namun dari tahun ketahun karena manusia selalu berkembang dan teknologipun semakin modern, sampai sekarang pembangunan rumah pun berkembang pesat karena kebutuhan akan tempat tinggal sangat tinggi.

C. Tujuan Rumah Tinggal
Rumah merupakan tempat berlindung dari pengaruh luar manusia, seperti iklim, musuh, penyakit, dan sebagainya. Namun tujuan rumah tidaklah lepas dari fungsinya, antara lain:
A.Turner (dalam Jenie, 2001 : 45), mendefinisikan tiga fungsi utama yang terkandung dalam sebuah rumah tempat bermukim, yaitu : 
1.Rumah sebagai penunjang identitas keluarga (identity) yang  diwujudkan pada kualitas hunian atau perlindungan yang diberikan oleh rumah. Kebutuhan akan tempat tinggal dimaksudkan agar penghuni dapat memiliki tempat berteduh guna melindungi diri dari iklim setempat.
 2.Rumah sebagai penunjang kesempatan (opportunity) keluarga untuk berkembang dalam kehidupan sosial budaya dan ekonomi atau fungsi pengemban keluarga. Kebutuhan berupa akses ini diterjemahkan dalam pemenuhan kebutuhan sosial dan kemudahan ke tempat kerja guna mendapatkan sumber penghasilan.
3.Rumah sebagai penunjang rasa aman (security) dalam arti terjaminnya keadaan keluarga di masa depan setelah mendapatkan rumah. Jaminan keamanan atas lingkungan perumahan yang ditempati serta jaminan keamanan berupa kepemilikan rumah dan lahan (the form of tenure).
Secara garis besar, rumah memiliki empat fungsi pokok sebagai tempat tinggal yang layak dan sehat bagi setiap manusia (Doxiadis dalam Dian, 2009), yaitu:
Ø  Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok jasmani manusia.
Ø  Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok rohani manusi. 
Ø  Rumah harus melindungi manusia dari penularan penyakit. 
Ø  Rumah harus melindungi manusia dari gangguan luar.

D. Jenis- Jenis Rumah Tinggal
            Jenis Rumah
            Menurut Richard Untermann & Robert Small (1986) dalam  dalam buku Perencanaan Tapak untuk Perumahan, maka ada beberapa tipe perumahan antara lain:
A. Rumah Tinggal Tunggal/ Detached
Rumah tinggal tunggal atau rumah terpisah adalah rumah tinggal yang berdiri sendiri. Rumah tinggal tunggal dipakai biasanya hanya untuk satu keluarga dan jarak antar rumahnya berjauhan. Selain itu cottage, villa, bungalow, dan mansion juga termasuk dalam kelompok rumah tinggal tunggal. Rumah tinggal tunggal dibangun diatas tanah yang besarnya lebih besar dari bangunannya. Rumah tersebut dikelilingi oleh halaman atau yard .
  

B. Rumah Tinggal Koppel ( Semi Detached )
Rumah Tinggal kopel adalah Rumah Tinggal Tunggal yang di sekat sama besar  antara Kiri dan Kanan, biasanya rumah tinggal kopel ini untuk disewakan pemiliknya untuk menghemat lahan bangunan.
C. Rumah Kota (Town House)
Adalah sama seperti rumah gandeng dengan penambahan tempat parkir di dalam bangunannya. Parkir di bagian dalam memerlukan halaman depan yang lebih lebar (untuk menampung pengemudi dan jalan masuk dan ruangan bagian dalam untuk kegunaan tertentu) dan kadang-kadang dibuat dengan suatu kedalaman kira-kira 150 feet. Rumah kota menawarkan kenyamanan yang tinggi untuk sebuah keluarga tunggal kecuali bila dibuat tanpa halaman samping.
D. Rumah Susun (Flat)
Rumah yang flesibel, yaitu mampu menyesuaikan berbagai konfigurasi. Kerugian utama rumah susun adalah BC yang mengurangi unit-unit yang dapat diorientasikan ke permukaan tanah. Rumah susun umumnya berisi ganda, artinya mempunyai ruang-ruang yang berada di luar pada unit-unit tersebut.

E. Rumah berpekarangan Dalam (Patio House)
Adalah suatu variasi pada rumah "ranch”  berlantai satu tradisional. Dengan pintu masuk di bagian tengah, ruang tamu terletak pada sisi dan ruang-ruang tidur pada sisi lainnya. Untuk menyesuaikan pada bidang tanah yang sempit, bentuk tersebut "dibengkokkan” dan ruang-ruang pribadinya dikitari oleh pemagaran. Dengan menghilangkan halaman-halaman samping dan depan, rumah "ranch” tersebut kini menjadi rumah berpekarangan dalam (patio).
  
F. Maisonet (Maisonette)

Adalah sebuah tipe standar dari bangunan berkapasitas tinggi dan bertingkat rendah. Yang telah sipergunakan secara luas di seluruh dunia. Dikatakan berkepadatan tinggi karena merupakan suatu penumpukan vertikal maksimum dari sebuah unit berlantai dua di atas unit bangunan lainnya, dengan dua tahapan tangga untuk lantai utama dari unit yang terletak lebih atas.
  
G. Rumah teras bertingkat (Terrace House)
Rumah gandeng dan berpekarangan dalam dapat saja dibuat menjenjang ke atas maupun ke bawah sebuah perbukitan guna meningkatkan arah pandangan, dan memberikan orientasi yang lebih baik, juga memungkinkan taman-taman atau teras-teras di atas atap-atap dari unit-unit di bawahnya.
  
H. Rumah Gandeng (Row Houses)
                Rumah gandeng berasal dari rumah berlantai dua tradisional yang terletak di atas sebidang petak yang sempit.. Fung-fungsi "tempat tinggal” dasarnya terletak pada lantai bawah: meliputi ruang tamu, ruang makan, dapur, kamar mandi kecil dan kemungkinan sebuah ruang belajar.

Rumah : jenis, garis sempadan, syarat & kegunaannya
            Sesuai hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow, setelah manusia terpenuhi kebutuhan jasmaniahnya ( sandang, pangan dan kesehatan ), maka kebutuhan akan rumah merupakan salah satu motivasi untuk mengembangkan kehidupan yang lebih baik dan tinggi. Dengan memiliki rumah, walaupun kecil, secara hakiki pemilik telah menguasai ruang yang dapat diatur sesuka hatinya, sesuai seleranya. Ruang tsb akan memberikan respon terhadapnya, artinya dapat tercipta suasana timbal balik dan saling menghidupkan. Dengan demikian, suasana home telah tercipta pada house tsb. Bukan lagi sekedar menghindari hujan dan panas, tetapi memberikan ketenangan, kesenangan, bahkan kenangan akan segala peristiwa dalam kehidupannya.
                Karena rumah telah menjadi satu dengan hidupnya, maka tercipta mikro kosmos ( rumah dan suasananya ) terpadu dengan makro kosmos ( lingkungan kota, daerah, negara, dunia, alam ), secara harmonis yang saling mempengaruhi. Hubungan yang tidak serasi akan mengakibatkan ketidaktenangan dan ketidakstabilan hidup. Menyadari hal tersebut, disepakati untuk membangun rumah untuk memenuhi kebutuhan rakyat banyak. Untuk membangun rumah yang layak, sehat untuk dihuni, berikut ini dasar2 perencanaan rumah dari segi bentuk, jenis, serta aturan tata kota untuk membangun rumah tinggal :
Rumah berdasarkan bentuk penggunaannya
  • Rumah tunggal : punya satu pintu bebas dengan jalan masuk sendiri, misalnya rumah di kota, villa
  • Rumah majemuk : punya beberapa pintu masuk
  • Rumah berpindah tempat : misalnya trailer pada rumah mobile
Rumah bukan tempat tinggal : misalnya rumah yang bersifat darurat, non permanen, untuk menanggulangi keadaan darurat, akibat bencana alam
Rumah berdasarkan jenisnya

Rumah tunggal. Berdiri sendiri dalam persil, terpisah dengan rumah di sebelahnya. Tingkat privasi & kenyamanannya yang tertinggi.
Rumah deret. Ingat rumahnya Huxtable di Cosby Show juga seperti ini. Rumah- rumah di Eropa & Amerika ini diikuti sebagian pemukiman elit di Indonesia.
  • Rumah tunggal ( detached houses ) : rumah berdiri sendiri pada persil, terpisah dengan rumah di sebelahnya.
  • Rumah kopel ( semi detached houses ) : rumah yang umumnya berada pada satu persil, satu bangunan terdiri dari 2 unit rumah dengan satu atap.
  • Rumah deret ( row houses ) : jenis hunian yang unitnya menempel satu sama lain, umumnya maksimal 6 unit berderet.
  • Rumah tipe Maisonettee : terdiri 2 lantai, bisa berupa satu unit tersendiri, bisa berderet, dapat berada dalam massa yang besar, umumnya lantai satu untuk kegiatan umum ( ruang tamu, keluarga, makan, dapur ) dan lantai 2 khusus ruang tidur. Luas bangunan antara 40-70 m2 ( jumlah luas lantai atas dan bawah ).
  • Luas persil antara 45 – 165 m2. Kecuali untuk persil di sudut, dapat ditambah pada sisi sejajar dengan jalan samping, sesuai ketentuan minimum lebar GSB ( Garis Sempadan Bangunan ).
  • Apartemen : bangunan besar bertingkat banyak, terdiri unit2 hunian, setiap unit terdiri 1 – 3 lantai.
  • Rumah inti : hanya terdiri ruang2 pokok ( tidak lengkap ) yaitu ; WC, kamar tidur, dapur dan satu ruang serbaguna, yang perkembangannya di kemudian hari dilakukan penghuni sendiri sesuai arahan dari pengelola. Luas minimum 12 m2, dimungkinkan pengembangannya menjadi rumah sederhana lengkap seluas minimum 36 m2. Rumah sub inti : hanya terdiri kamar mandi/ WC dan satu ruang serbaguna.
  • Rumah tumbuh : rumah yang dibangun secara bertahap sesuai kemampuan penghuni, tetapi denah keseluruhannya telah dirancang.
  • Rumah berjenjang ( terrace house ) : memiliki taman, umumnya bertingkat, dibangun pada tapak yang berlereng/ miring.
  • Rumah spit level ( Spit level house ) : memiliki mezanin untuk ruang keluarga dan ruang tamu terpisah lantainya, tapi secara split.
  • Court houses : rumah yang mengelilingi satu ruang terbuka di tengah, rumah yang beratrium.