This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Selasa, 27 November 2012
20.45
ruslandelan.blospot.com
BAB 3
MULTI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF
1. Pengertian
Multimedia
terbagi menjadi dua kategori, yaitu multi media linier dan multimedia
interaktif. Multi media linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi
dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh para pengguna.
Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya: TV dan film. Multi
media interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol
yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang
dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh media interaktif adalah
pembelajaran interaktif, aplikasi game, dan lain lain.
2. MANFAAT
MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Manfaat
media pembelajaran , yaitu:
1. Memperbesar
benda yang sangat kecil yang tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri
electron dan lain lain.
2. Memperkecil
benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan ke sekolah, seperti
gajah, rumah, gunung dan lain lain.
3. Menyajikan
benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung cepat atau lambat,
seperti system tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, beredarnya palanet mars,
berkembangnya bunga dan lain lain.
4. Menyajikan
benda atau peristiwa yang jauh seperti bulan, bintang, salju, dan lain lain.
5. Menyajikan
benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau,
racun, dan lain lain.
6. Meningkatkan
daya tarik dan perhatian siswa.
3. KARAKTERISTIK
MEDIA DALAM MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Sebagai
salah satu komponen system pembelajaran, pemilihan dan penggunaan multimedia
pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen lain, seperti: tujuan,
materi, strategi dan juga evaluasi pembelajaran.
Karakteristik
multimedia pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Memiliki
lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan
visual
2. Bersifat
interaktif, dalam pengertian memilik pengertian untuk mengakomodasi respon
pengguna.
3. Bersifat
mandiri, dalam pengertian memberiakn kemudahan dan dapat kelengkapan isi
sedemikian rupa sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bimbingan orang lain.
4. FORMAT
MULTIMEDIA PEMBELAJRAN
Format
sajian multimedia pembelajran dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok
sebagai berikut:
a. Tutorial
b. Drill
dan practice
c. Simulasi
d. Percobaan
atau eksperimen
e. Permainan
5. KUALITAS
PEMBELAJARAN
Kualitas
dapat dimaknai dengan istilah mutu atau juga keefektifan. Secara defenitif
efektivitas dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan
atau sasarannya (Etzioni, 1964). Efektivitas ini sesungguhnya suatu konsep yang
lebih luas mencakup berbagai faktor di dalam maupun di luar diri seseorang.
Dengan demikian efektivitas tidak hanya dilihat dari sisi produktivitas, akan
tetapi juga dapat pula dilihat dari sisi persepsi atau sikap orangnya.
Disamping itu, efektivitas juga dapat dilihat dari bagaimana tingkat kepuasan
yang dicapai oleh orang (Robbins, 1977).
UNESCO
(1996) menetapkan empat pilar yang harus diperhatikan secara sungguh- sungguh
oleh pengelolah dunia pendidikan, yaitu:
1) Belajaran
untuk menguasai ilmu pengetahuan (learning
to know)
2) Belajaran
untuk menguasai keterampilan (learning to
do)
3) Belajar
untuk hidup bermasyarakat (learning to
live together)
4) Belajar
untuk mengembangkan diri secara maksimal (learning
to be)
6. DAMPAK
MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF
Pertama, berkaitan
dengan orientasi filosofi. Ada dua masalah orientasi filosofi yang muncul
akibat penerapan teknologi multimedia ini yakni masalah yang berasal dari kaum
objektivis dan yang berasal dari pandangan kaum konstruktiv. Kaum objektivis
menilai desain multimedia sebagai sesuatu yang sangat riil yang dapat membantu
pendidikan siswa menuju kepada tujuan yang diharapkan (Jonassen, 1991).
Sebaliknya kaum konstruktivis berpendapat bahwa pengetahuan hendaklah dibentuk
oleh siswa sendiri berdasarkan penafsirannya terhadap pengalaman dan gejala
hidup yang dialami (Merril, 1991).
Kedua, berhubungan
dengan lingkungan belajar. Lingkungan belajar multimedia interaktif dapat
dikategorikan dalam tiga jenis yakni lingkungan belajar preskriptif,
Demokratis, dan sibernetik (Schwier, 1993). Masing – masing lingkungan belajar
memiliki orientasi dan kekhasan sendiri- sendiri.
Ketiga, berhubungan
dengan desain instruksional, pada umumnya desain pembelajaran multimedia dibuat
berdasarkan besar kecilnya kontrol siswa atas pembelajarannya.
Keempat, berkaitan
dengan umpan balik. Sifat dari umpan balik dalam pembelajaran multimedia sangat
bervariasi tergantung pada lingkungan di mana multimedia itu di gunakan. Dalam
lingkungan belajar preskriptif, umpan balik sering mengambil bentuk koreksi dan
deteksi terhadap kesalahan yang dibuat.
7. PENINGKATAN
KUALITAS PEMBELAJARAN
Perbaikan
kualitas pendidikan diarahkan pada peningkatan kualitas proses pembelajran,
pengadaan buku paket dan buku bacaan atau buku referensi, serta alat- alat
pendidikan/pembelajran. Peningkatan kualitas proses pembelajaran dilakukan
melalui in-service training guru yang
sasarannya adalah meningkatkan penguasaan landasan kependidikan, materi
pembelajaran (subject matter), metode
dan strategi mengajar, pembuatan dan penggunaan alat pembelajran, serta
evaluasi pembelajran.
Sumber :
Daryanto. (2010). MEDIA PEMBELAJARAN Peranannya Sangat
Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyajarta: GAVA MEDIA.
Minggu, 18 November 2012
20.21
ruslandelan.blospot.com
BAB
2
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO DAN RADIO
UNTUK PEMBELAJARAN
1. Pengertian
Banyak
jenis ICT yang dapat dimanfaatkan
sebagai media pembelajaran. Ada yang berbasis komputer (baik yang bersifat offline maupun yang bersifat online), ada yang berbasis televisi, ada
yang berbasis telepon dan ada yang berbasis audio ataupun radio. Jadi radio
merupakan salah satu jenis ICT yang dapat dimanfaatkan sebagai media
pembelajaran.
Baik
audio maupun radio dua- duanya merupakan media pembelajaran yang berbasis suara
atau bunyi. Audio berasal dari kata audible,
yang artinya suara yang dapat didengarkan secara wajar oleh telinga
manusia. Kemempuan mendengar manusia berada pada daerah frekuensi antara 20
sampai dengan 20.000 Hertz. Diluar itu, manusia tidak mampu lagi mendengarkannya.
Ada
beberapa kelebihan media radio antara lain dengan jangkauan yang begitu luas
hingga mampu menembus seluruh pelosok tanah air. Begitu dipancarkan, maka dalam
waktu yang bersamaan beribu- ribu bahkan berjuta- juta peserta didik dapat
memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Tidak seperti televisi, gelombang radio
mampu mengatasi hambatan yang berupa gunung, pepohonan maupun tembok bangunan.
CD
dan DVD
CD
atau Compact disc dan juga DVD atau Digital Compact disc adalah sebuah media
penyimpanan file audio yang dibuat untuk merampingkan system penyimpanannya.
Selain ramping, keduanya memiliki kemampuan menyimpan file yang lebih banyak
dibandingkan dengan kaset. Kualitas suara yang dihasilkan juga lebih bagus.
(MP3)
MP3
merupakan salah satu bentuk (format) penyimpanan file audio digital yang paling
popular. Disamping ukuran filenya yang lebih kecil, MP3 juga memberikan
kualitas suara yang lebih bagus jika dibandingkan dengan CD audio.
Audio
Digital (WAV)
WAV
atau Waveform audio format, merupakan salah satu format penyimpanan file audio
yang dirancang dan dikembangkan oleh Microsoft atau IBM. Perangkat yang
diperlukan untuk memutar WAV salah satunya adalah iPod atau dengan merk zune.
Radio dan audio streaming.
Radio
streaming materi pembelajaran yang ditambahkan ke dunia maya (internet).
Melalui internet inilah materi pembelajaran di pancarkan keseluruhan belahan
dunia. Melalui radio streaming kita dapat mendengar materi siaran secara
langsung (live) dengan mengakses via
internet. Untuk menangkap materi siaran radio streaming diperlukan peralatan
komputer. Selain melalui komputer siaran radio streaming juga dapat diikuti
dengan menggunakan Handphone(HP) dan
radio satelit.
Disamping
radio streaming juga berkembang audio streaming.
Audio streaming prinsipnya sama dengan radio streaming. Dalam audio
streaming materi pembelajaran di simpan di dunia maya (internet). Alat untuk
memutar audio streaming adalah komputer atau handphone atau radio satelit.
Melalui
audio streaming, peserta didik dapat
memutar file secara langsung dan mendengarkannya tanpa harus mendownloadnya terlebih dahulu.
2. MODEL
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO UNTUK PEMBELAJRAN
Ada
beberapa pemanfaatan media audio untuk pembelajaran. Salah satunya dengan media
cetak (buku/modul),.
1 1. Terintegrasi
dengan media cetak (buku/modul)
2. Pemanfaatannya
terintegrasi dengan cetak (bisa berupa modul/buku atau media cetak lainnya.
3. Untuk
memperoleh hasil belajar yang maksimal, peserta didik di tuntut harus sabar dan
teliti, karena peserta didik harus bolak- balik mematikan audio untuk melihat
ke modulnya atau menutup modul kembali memutar dan menyimak audionya.
4 4. Pengintegrasiaanya
bisa secara murni (pure), tetapi bisa juga semi integritas.
5 5. Untuk
pengintegrasian yang sifatny murni mayoritas materi pembelajaran ada di medua
audio.
6 6. Materi
yang ada di media audio (untuk pelajaran bahasa inggris) misalnya cara membawa
wacana (reading), vocabulary, listening, speaking, latihan latihan, umpan balik
hasil latihan dan penjelasan tata bahasa (grammar).
S
S Sumber : Daryanto. (2010). MEDIA PEMBELAJARAN Peranannya Sangat
Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyajarta: GAVA MEDIA.
Sabtu, 20 Oktober 2012
23.36
ruslandelan.blospot.com
A. Pengertian rumah
1.1 Pengenalan rumah tinggal
Rumah adalah sesuatu bangunan yang tidak dapat di
pisahkan dari kehidupan manusia karena rumah merupakan kebutuhan primer bagi
manusia sebagai tempat berlindung
manusia dari berbagai gangguan dari luar,
salain itu kalau kita lihat dari beberapa pengertian rumah juga berfungsi
sebagai tempat tinggal atau hunian, tempat manusia melangsungkan kehidupannya,
tempat manusia berumah tangga dan sebagainya.
Rumah
tinggal juga terdiri dari beberapa jenis antara lain: Rumah Susun
(Flat), Rumah Kota (Town House), Rumah berpekarangan Dalam (Patio House), Maisonet (Maisonette),
Rumah teras bertingkat (Terrace House), Rumah Gandeng (Row House), Rumah tunggal ( detached houses ), Rumah kopel ( semi detached houses ), Rumah deret ( row houses ), Rumah tipe Maisonettee danApartemen.
Rumah teras bertingkat (Terrace House), Rumah Gandeng (Row House), Rumah tunggal ( detached houses ), Rumah kopel ( semi detached houses ), Rumah deret ( row houses ), Rumah tipe Maisonettee danApartemen.
A.
Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan
sarana pembinaan keluarga. (UU No. 4 Tahun 1992 Tentang Perumahan dan
Permukiman)
B.
Rumah merupakan tempat berlindung dari pengaruh luar manusia, seperti iklim,
musuh, penyakit, dan sebagainya. Untuk dapat berfungsi secara fisiologis, rumah
haruslah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan, seperti listrik,
air bersih, jendela, ventilasi, tempat pembuangan kotoran dan lain-lain.
(Koesputranto, 1988)
C.
Rumah merupakan suatu bangunan, tempat manusia tinggal dan melangsungkan
kehidupannya. Di samping itu, rumah juga merupakan tempat berlangsungnya proses
sosialisasi pada saat seorang individu diperkenalkan kepada norma dan adat
kebiasaan yang berlaku di dalam suatu masyarakat. (Sarwono dalam Budihardjo,
1998 : 148)
D.
Dalam arti umum, rumah adalah bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama
jangka waktu tertentu. Rumah bisa menjadi tempat tinggal manusia maupun hewan,
namun tempat tinggal yang khusus bagi hewan biasa disebut sangkar, sarang, atau
kandang. Dalam arti khusus, rumah mengacu pada konsep-konsep
sosial-kemasyarakatan yang terjalin di dalam bangunan tempat tinggal, seperti
keluarga, tempat bertumbuh, makan, tidur, beraktivitas, dan lain-lain.
(Wikipedia, 2010)
E.
Elemen terpenting dari pembentukan suatu perumahan adalah rumah itu sendiri.
Rumah dapat diartikan sebagai tempat
untuk berumah tangga, tempat tinggal/alamat, lokasi tempat tinggal, bagian dari
eksistensi individu/keluarga (terkait dengan status, tempat kedudukan,
identitas), bagian dari kawasan fungsional kota, investasi (keluarga atau
perusahaan), sumber bangkitan pergerakan (trip production), ruang untuk
rekreasi, ruang yang digunakan untuk menjalin kehidupan keluarga, serta wadah
sebagai batas privasi. (Anonimous, 2008)
F.
Pengertian rumah bagi seseorang bisa mengandung dimensi yang luas. Rumah adalah
keluarga dengan budaya internal beserta sejarahnya serta lingkungan alam,
masyarakat dengan budaya lokal.(Allenda, Leonardiansyah : 1)
G.
Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan
sarana pembinaan keluarga. (Musthofa, Bisri. 2008 : 64)
H.
Dalam pengertian yang luas, rumah bukan hanya sebuah bangunan (struktural),
melainkan juga tempat kediaman yang memenuhi syarat-syarat kehidupan yang
layak, dipandang dari berbagai segi kehidupan masyarakat. Rumah dapat
dimengerti sebagai tempat perlindungan, untuk menikmati kehidupan, beristirahat
dan bersuka ria bersama keluarga. Di dalam rumah, penghuni memperoleh kesan
pertama dari kehidupannya di dalam dunia ini. Rumah harus menjamin kepentingan
keluarga, yaitu untuk tumbuh, memberi kemungkinan untuk hidup bergaul dengan
tetangganya, dan lebih dari itu, rumah harus memberi ketenangan, kesenangan,
kebahagiaan, dan kenyamanan pada segala peristiwa hidupnya. (Frick, 2006 : 1)
I.
Rumah adalah bangunan untuk tempat tinggal (Kamus Bahasa Indonesia, 1997).
Kebutuhan akan dapat berlindung sebenarnya termasuk kebutuhan yang utama,
selanjutnya karena manusia tidak lagi hidup secara berpindah-pindah, maka
mereka memerlukan tempat tinggal yang tetap, yang sekarang bisa disebut rumah.
(Juhana, 2000 : 31)
J. Rumah merupakan sarana pengaman bagi diri
manusia, pemberi ketentraman hidup, dan sebagai pusat kehidupan berbudaya. Di
dalam rumah dan lingkungannya itu, dibentuk dan berkembang menjadi manusia yang
berkepribadian. (Juhana, 2000 : 31)
B. Latar Belakang
Rumah adalah tempat manusia berlindung dari berbagai
macam gangguan yang datang dari alam baik itu dari binatang ataupun iklim
setempat. Kehidupan manusia pada zaman dahulu cenderung tinggal di bawah pohon
sebagai tempat berlindung dari sengatan matahari, Didalam goa dan di balik
batu. Namun dari tahun ketahun karena manusia selalu berkembang dan
teknologipun semakin modern, sampai sekarang pembangunan rumah pun berkembang
pesat karena kebutuhan akan tempat tinggal sangat tinggi.
C. Tujuan Rumah Tinggal
Rumah
merupakan tempat berlindung dari pengaruh luar manusia, seperti iklim, musuh,
penyakit, dan sebagainya. Namun tujuan rumah tidaklah lepas dari fungsinya,
antara lain:
A.Turner (dalam Jenie,
2001 : 45), mendefinisikan tiga fungsi utama yang terkandung dalam sebuah rumah
tempat bermukim, yaitu :
1.Rumah
sebagai penunjang identitas keluarga (identity) yang diwujudkan pada kualitas hunian atau
perlindungan yang diberikan oleh rumah. Kebutuhan akan tempat tinggal
dimaksudkan agar penghuni dapat memiliki tempat berteduh guna melindungi diri dari
iklim setempat.
2.Rumah sebagai penunjang kesempatan
(opportunity) keluarga untuk berkembang dalam kehidupan sosial budaya dan
ekonomi atau fungsi pengemban keluarga. Kebutuhan berupa akses ini
diterjemahkan dalam pemenuhan kebutuhan sosial dan kemudahan ke tempat kerja
guna mendapatkan sumber penghasilan.
3.Rumah
sebagai penunjang rasa aman (security) dalam arti terjaminnya keadaan keluarga
di masa depan setelah mendapatkan rumah. Jaminan keamanan atas lingkungan
perumahan yang ditempati serta jaminan keamanan berupa kepemilikan rumah dan
lahan (the form of tenure).
Secara
garis besar, rumah memiliki empat fungsi pokok sebagai tempat tinggal yang
layak dan sehat bagi setiap manusia (Doxiadis dalam Dian, 2009), yaitu:
Ø Rumah
harus memenuhi kebutuhan pokok jasmani manusia.
Ø Rumah
harus memenuhi kebutuhan pokok rohani manusi.
Ø Rumah
harus melindungi manusia dari penularan penyakit.
Ø Rumah
harus melindungi manusia dari gangguan luar.
D. Jenis- Jenis Rumah Tinggal
Jenis Rumah
Menurut
Richard Untermann & Robert Small (1986) dalam dalam buku Perencanaan
Tapak untuk Perumahan, maka ada beberapa tipe perumahan antara lain:
A. Rumah Tinggal Tunggal/ Detached
Rumah tinggal tunggal
atau rumah terpisah adalah rumah tinggal yang berdiri sendiri. Rumah tinggal tunggal
dipakai biasanya hanya untuk satu keluarga dan jarak antar rumahnya berjauhan.
Selain itu cottage, villa, bungalow, dan mansion juga termasuk dalam kelompok
rumah tinggal tunggal. Rumah tinggal tunggal dibangun diatas tanah yang
besarnya lebih besar dari bangunannya. Rumah tersebut dikelilingi oleh halaman
atau yard
.
B. Rumah Tinggal Koppel ( Semi Detached )
Rumah Tinggal
kopel adalah Rumah Tinggal Tunggal yang di sekat sama besar antara Kiri dan Kanan, biasanya rumah tinggal
kopel ini untuk disewakan pemiliknya untuk menghemat lahan bangunan.
C. Rumah
Kota (Town House)
Adalah sama
seperti rumah gandeng dengan penambahan tempat parkir di dalam bangunannya.
Parkir di bagian dalam memerlukan halaman depan yang lebih lebar (untuk menampung
pengemudi dan jalan masuk dan ruangan bagian dalam untuk kegunaan tertentu) dan
kadang-kadang dibuat dengan suatu kedalaman kira-kira 150 feet. Rumah kota
menawarkan kenyamanan yang tinggi untuk sebuah keluarga tunggal kecuali bila
dibuat tanpa halaman samping.
D. Rumah
Susun (Flat)
Rumah yang flesibel, yaitu mampu
menyesuaikan berbagai konfigurasi. Kerugian utama rumah susun adalah BC yang
mengurangi unit-unit yang dapat diorientasikan ke permukaan tanah. Rumah susun
umumnya berisi ganda, artinya mempunyai ruang-ruang yang berada di luar pada
unit-unit tersebut.
E. Rumah
berpekarangan Dalam (Patio House)
Adalah suatu variasi pada rumah
"ranch” berlantai satu tradisional. Dengan pintu masuk di bagian
tengah, ruang tamu terletak pada sisi dan ruang-ruang tidur pada sisi lainnya.
Untuk menyesuaikan pada bidang tanah yang sempit, bentuk tersebut
"dibengkokkan” dan ruang-ruang pribadinya dikitari oleh pemagaran. Dengan
menghilangkan halaman-halaman samping dan depan, rumah "ranch” tersebut
kini menjadi rumah berpekarangan dalam (patio).
F. Maisonet
(Maisonette)
G. Rumah
teras bertingkat (Terrace House)
H. Rumah Gandeng (Row Houses)
Rumah gandeng berasal dari rumah
berlantai dua tradisional yang terletak di atas sebidang petak yang sempit..
Fung-fungsi "tempat tinggal” dasarnya terletak pada lantai bawah: meliputi
ruang tamu, ruang makan, dapur, kamar mandi kecil dan kemungkinan sebuah ruang
belajar.
Rumah : jenis, garis sempadan, syarat
& kegunaannya
Sesuai hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow, setelah manusia terpenuhi
kebutuhan jasmaniahnya ( sandang, pangan dan kesehatan ), maka kebutuhan akan
rumah merupakan salah satu motivasi untuk mengembangkan kehidupan yang lebih
baik dan tinggi. Dengan memiliki rumah, walaupun kecil, secara hakiki pemilik
telah menguasai ruang yang dapat diatur sesuka hatinya, sesuai seleranya. Ruang
tsb akan memberikan respon terhadapnya, artinya dapat tercipta suasana timbal
balik dan saling menghidupkan. Dengan demikian, suasana home telah
tercipta pada house tsb. Bukan lagi sekedar menghindari hujan dan panas,
tetapi memberikan ketenangan, kesenangan, bahkan kenangan akan segala peristiwa
dalam kehidupannya.
Karena rumah telah menjadi satu dengan hidupnya, maka tercipta mikro kosmos
( rumah dan suasananya ) terpadu dengan makro kosmos ( lingkungan kota, daerah,
negara, dunia, alam ), secara harmonis yang saling mempengaruhi. Hubungan yang
tidak serasi akan mengakibatkan ketidaktenangan dan ketidakstabilan hidup.
Menyadari hal tersebut, disepakati untuk membangun rumah untuk memenuhi
kebutuhan rakyat banyak. Untuk membangun rumah yang layak, sehat untuk dihuni,
berikut ini dasar2 perencanaan rumah dari segi bentuk, jenis, serta aturan tata
kota untuk membangun rumah tinggal :
Rumah berdasarkan
bentuk penggunaannya
|
Rumah bukan tempat tinggal : misalnya rumah yang
bersifat darurat, non permanen, untuk menanggulangi keadaan darurat, akibat
bencana alam
Rumah berdasarkan
jenisnya
Rumah tunggal. Berdiri sendiri dalam persil, terpisah
dengan rumah di sebelahnya. Tingkat privasi & kenyamanannya yang tertinggi.
Rumah deret. Ingat rumahnya Huxtable di Cosby Show
juga seperti ini. Rumah- rumah di Eropa & Amerika ini diikuti sebagian
pemukiman elit di Indonesia.
- Rumah tunggal ( detached houses
) : rumah berdiri sendiri pada persil, terpisah dengan rumah di
sebelahnya.
- Rumah kopel ( semi detached houses
) : rumah yang umumnya berada pada satu persil, satu bangunan terdiri
dari 2 unit rumah dengan satu atap.
- Rumah deret ( row houses ) :
jenis hunian yang unitnya menempel satu sama lain, umumnya maksimal 6 unit
berderet.
- Rumah tipe Maisonettee : terdiri 2
lantai, bisa berupa satu unit tersendiri, bisa berderet, dapat berada
dalam massa yang besar, umumnya lantai satu untuk kegiatan umum ( ruang
tamu, keluarga, makan, dapur ) dan lantai 2 khusus ruang tidur. Luas
bangunan antara 40-70 m2 ( jumlah luas lantai atas dan bawah ).
- Luas persil antara 45 – 165 m2.
Kecuali untuk persil di sudut, dapat ditambah pada sisi sejajar dengan jalan
samping, sesuai ketentuan minimum lebar GSB ( Garis Sempadan Bangunan ).
- Apartemen : bangunan besar bertingkat
banyak, terdiri unit2 hunian, setiap unit terdiri 1 – 3 lantai.
- Rumah inti : hanya terdiri ruang2
pokok ( tidak lengkap ) yaitu ; WC, kamar tidur, dapur dan satu ruang
serbaguna, yang perkembangannya di kemudian hari dilakukan penghuni
sendiri sesuai arahan dari pengelola. Luas minimum 12 m2, dimungkinkan
pengembangannya menjadi rumah sederhana lengkap seluas minimum 36 m2.
Rumah sub inti : hanya terdiri kamar mandi/ WC dan satu ruang serbaguna.
- Rumah tumbuh : rumah yang dibangun
secara bertahap sesuai kemampuan penghuni, tetapi denah keseluruhannya
telah dirancang.
- Rumah berjenjang ( terrace house )
: memiliki taman, umumnya bertingkat, dibangun pada tapak yang berlereng/
miring.
- Rumah spit level ( Spit level
house ) : memiliki mezanin untuk ruang keluarga dan ruang tamu
terpisah lantainya, tapi secara split.
- Court houses : rumah yang mengelilingi satu ruang terbuka di tengah, rumah yang
beratrium.
Langganan:
Postingan (Atom)
RSS Feed
Twitter

