Selasa, 27 November 2012

   

BAB 3
MULTI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF
     1.    Pengertian
Multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu multi media linier dan multimedia interaktif. Multi media linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh para pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya: TV dan film. Multi media interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh media interaktif adalah pembelajaran interaktif, aplikasi game, dan lain lain.


     2.      MANFAAT MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Manfaat media pembelajaran , yaitu:
     1.      Memperbesar benda yang sangat kecil yang tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri electron   dan lain lain.
     2.      Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan ke sekolah, seperti gajah, rumah,  gunung dan lain lain.
     3.      Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung cepat atau lambat, seperti       system tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, beredarnya palanet mars, berkembangnya bunga dan lain lain.     
     4.      Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh seperti bulan, bintang, salju, dan lain lain.
     5.      Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau, racun, dan lain lain.
      6.      Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.

     3.      KARAKTERISTIK MEDIA DALAM MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Sebagai salah satu komponen system pembelajaran, pemilihan dan penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen lain, seperti: tujuan, materi, strategi dan juga evaluasi pembelajaran.
Karakteristik multimedia pembelajaran adalah sebagai berikut:
      1.      Memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan visual
     2.      Bersifat interaktif, dalam pengertian memilik pengertian untuk mengakomodasi respon pengguna.
     3.    Bersifat mandiri, dalam pengertian memberiakn kemudahan dan dapat kelengkapan isi sedemikian  rupa sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bimbingan orang lain.

     4.      FORMAT MULTIMEDIA PEMBELAJRAN

Format sajian multimedia pembelajran dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok sebagai berikut:
      a.       Tutorial
      b.      Drill dan practice
      c.       Simulasi
      d.      Percobaan atau eksperimen
      e.       Permainan

      5.      KUALITAS PEMBELAJARAN
Kualitas dapat dimaknai dengan istilah mutu atau juga keefektifan. Secara defenitif efektivitas dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan atau sasarannya (Etzioni, 1964). Efektivitas ini sesungguhnya suatu konsep yang lebih luas mencakup berbagai faktor di dalam maupun di luar diri seseorang. Dengan demikian efektivitas tidak hanya dilihat dari sisi produktivitas, akan tetapi juga dapat pula dilihat dari sisi persepsi atau sikap orangnya. Disamping itu, efektivitas juga dapat dilihat dari bagaimana tingkat kepuasan yang dicapai oleh orang (Robbins, 1977).
UNESCO (1996) menetapkan empat pilar yang harus diperhatikan secara sungguh- sungguh oleh pengelolah dunia pendidikan, yaitu:
              1)      Belajaran untuk menguasai ilmu pengetahuan (learning to know)
              2)      Belajaran untuk menguasai keterampilan (learning to do)
              3)      Belajar untuk hidup bermasyarakat (learning to live together)
              4)      Belajar untuk mengembangkan diri secara maksimal (learning to be)

      6.      DAMPAK MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF
Pertama, berkaitan dengan orientasi filosofi. Ada dua masalah orientasi filosofi yang muncul akibat penerapan teknologi multimedia ini yakni masalah yang berasal dari kaum objektivis dan yang berasal dari pandangan kaum konstruktiv. Kaum objektivis menilai desain multimedia sebagai sesuatu yang sangat riil yang dapat membantu pendidikan siswa menuju kepada tujuan yang diharapkan (Jonassen, 1991). Sebaliknya kaum konstruktivis berpendapat bahwa pengetahuan hendaklah dibentuk oleh siswa sendiri berdasarkan penafsirannya terhadap pengalaman dan gejala hidup yang dialami (Merril, 1991).
Kedua, berhubungan dengan lingkungan belajar. Lingkungan belajar multimedia interaktif dapat dikategorikan dalam tiga jenis yakni lingkungan belajar preskriptif, Demokratis, dan sibernetik (Schwier, 1993). Masing – masing lingkungan belajar memiliki orientasi dan kekhasan sendiri- sendiri.
Ketiga, berhubungan dengan desain instruksional, pada umumnya desain pembelajaran multimedia dibuat berdasarkan besar kecilnya kontrol siswa atas pembelajarannya.
Keempat, berkaitan dengan umpan balik. Sifat dari umpan balik dalam pembelajaran multimedia sangat bervariasi tergantung pada lingkungan di mana multimedia itu di gunakan. Dalam lingkungan belajar preskriptif, umpan balik sering mengambil bentuk koreksi dan deteksi terhadap kesalahan yang dibuat.

     7.      PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN
Perbaikan kualitas pendidikan diarahkan pada peningkatan kualitas proses pembelajran, pengadaan buku paket dan buku bacaan atau buku referensi, serta alat- alat pendidikan/pembelajran. Peningkatan kualitas proses pembelajaran dilakukan melalui in-service training guru yang sasarannya adalah meningkatkan penguasaan landasan kependidikan, materi pembelajaran (subject matter), metode dan strategi mengajar, pembuatan dan penggunaan alat pembelajran, serta evaluasi pembelajran.

 Sumber :
Daryanto. (2010). MEDIA PEMBELAJARAN Peranannya Sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyajarta: GAVA MEDIA.









0 komentar:

Posting Komentar